Jumat, 08 November 2013
Jenis makanan pencegah kanker serviks
Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dialami wanita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan bahwa kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada wanita. Setidaknya, kanker ini telah membunuh 200.000 wanita setiap tahunnya. Berdasarkan lapran dari National Cancer Institute, satu dari tiga kematian itu berhubungan dengan cara makan yang salah. Ketahuilah bahwa kanker serviks bisa dicegah dengan makanan tertentu. Makanan apa yang sangat baik dikonsumsi untuk mencegah kanker serviks? Dilansir dari Healthmeup.com, inilah 6 jenis makanan yang patut Anda konsumsi agar tak terkena kanker serviks: 1. Makanan kaya antioksidan Antioksidan sangat diperlukan untuk mencegah kanker serviks. Anda bisa menemukan kandungan antioksidan pada makanan. Makanan itu, antara lain blueberry, jeruk, paprika, cerry, salmon, dan lemak ikan yang kaya antioksidan. Makanan yang kaya antioksidan tersebut bisa mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker serviks. 2. Wortel Di dalam wortel mengandung beta karoten yang baik untuk mencegah pertumbuhan kanker serviks. Anda bisa mengolah wortel menjadi sayur atau di jus. Selain itu, makanan seperti paprika atau cabe jalapeno mampu menetralisir nitrosamines yang menyebabkan kanker serviks. 3. Alpukat Buah yang sangat enak ini jika dikonsumsi ternyata bisa mencegah pertumbuhan kanker serviks jika Anda banyak memakannya. Alpukat dikenal dengan kandungan antioksidannya yang banyak serta kemampuannya untuk mencegah radikal bebas. Untuk itu, Anda disarankan agar mengonsumsi buah ini lebih sering jika tak ingin terkena kanker serviks. 4. Vitamin A, C, E, dan kalsium Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Gynaecologic Cancer menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi multivitamin dengan kandungan vitamin tersebut memiliki risiko terkena kanker serviks lebih rendah. Vitamin A, C, dan E mengandung antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan secara tak langsung mencegah kanker serviks. Makanan yang mengandung vitamin A bisa Anda dapatkan pada telur, wortwl, tuna, dan produk susu lainnya. 5. Vitamin B folat Folat mampu menurunkan tingkat homocysteine yaitu zat yang mampu menyebabkan pertumbuhan sel tak normal pada serviks. Makanan yang kaya akan vitamin B folat bisa Anda dapatkan pada brokoli, kembang kol, kubis, dan lain sebagainya. Alangkah baiknya agar mengonsumsi makanan tersebut lebih sering untuk mencegah kanker serviks. 6. Makanan yang mengandung polyphenol dan flavonoid Teh hijau, minyak zaitun, anggur merah, walnut, cokelat, tomat, dan cabe hijau adalah jnis-jenis makanan yang mengandung polyphenol dan flavonoid. Makanan tersebut mampu mencegah kanker serviks dan menghambat pertumbuhan kanker. Itulah 6 jenis makanan yang bisa Anda konsumsi untuk mencegah kanker serviks. Selain mengonsumsi makanan tersebut, para wanita juga disarankan agar rajin berolahraga. Selain itu, Anda juga harus rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Ingat kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Terapkan pola makan dan hidup yang sehat agar tubuh tak terkena penyakit.
Semoga bermanfaat bagi kesehatan kita semua guys :)
Selasa, 29 Oktober 2013
Cara Mudah Cegah Kanker Payudara
Saat ini kanker serviks mulai mendapat perhatian dari wanita, baik di negara maju maupun negara berkembang. Kanker yang menimpa wanita ini disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker serviks juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti gaya hidup yang tak sehat, sering bergonta-ganti pasangan, dan lainnya.
Banyak orang yang percaya bahwa kanker serviks tak bisa dicegah. Padahal ada banyak cara untuk mencegahnya, termasuk lima cara yang bisa dilakukan, berikut ini.
1. Melakukan tes papsmear secara teratur
Melakukan tes papsmear secara teratur akan membantu Anda mengetahui risiko terkena kanker serviks. Selain itu, dengan melakukan papsmear secara teratur, ketika kanker serviks muncul akan segera diketahui dan ditangani, sehingga tingkat keselamatan masih cukup tinggi.
2. Vaksin HPV
Melakukan vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks juga baik dilakukan. Vaksin HPV diketahui sebagai cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Namun melakukan vaksin saja tak cukup, Anda juga harus menjaga kesehatan diri sendiri.
3. Tidak berganti-ganti pasangan
Salah satu faktor penyebab munculnya kanker serviks adalah melalui infeksi HPV yang ditularkan saat berhubungan seksual. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan. Terutama mereka yang tak mengetahui ketika pasangan memiliki virus HPV. Untuk itu, setialah pada satu orang dan jangan lakukan hubungan seksual dengan orang lain, selain pasangan Anda.
4. Tak terlalu aktif secara seksual di usia muda
Ada baiknya wanita menunggu untuk melakukan hubungan seksual dan aktif secara seksual. Penelitian mengungkap bahwa wanita yang telah aktif secara seksual di usia yang terlalu muda memiliki risiko terkena kanker serviks yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menunggu untuk aktif secara seksual di usia yang lebih tua.
5. Gaya hidup sehat
Melakukan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi juga penting untuk mencegah kanker serviks. Penelitian menunjukkan bahwa perokok wanita memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan wanita agar terhindar dari kanker serviks. Yang terpenting adalah selalu menjaga kesehatan dan kebersihan alat genital, serta melakukan gaya hidup yang sehat. Melakukan vaksin HPV, menggunakan kondom, serta melakukan tes papsmear secara teratur juga bisa dilakukan untuk berjaga-jaga agar tak terkena kanker serviks.
Minggu, 20 Oktober 2013
kanker-serviks-ciri-ciri-penyebab-dan-pencegahan-kanker-serviks
Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.
Penyebab Kanker Serviks
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
kanker serviksSelain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.
Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks
Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
Sering merasakan sakit pada daerah pinggul
Mengalami sakit saat buang air kecil
Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Selasa, 08 Oktober 2013
Atasi Kanker Serviks Sejak Dini
Air adalah kebutuhan utama kehidupan... namun saat ini air juga menjadi persoalan, karena air adalah media yang sangat efektif untuk menularkan kuman dan bakteri yang tidak meng-untungkan. Bagaimana kita bisa memperkecil peluang kuman dan bakteri itu masuk ke area organ intim anda?
Banyak dari kaum wanita di jaman sekarang yang mengalami STRESS... hal ini tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Karena tanpa disadari dapat menyebabkan keputihan serta lendir yang berlebihan dan berbau. Jika ini dibiarkan berkepanjangan maka akan mengganggu keharmonisan dalam berhubungan dengan pasangan, bahkan bisa memicu terjadinya kanker serviks (kanker mulut rahim).
�Kanker serviks sebagai penyakit pembunuh wanita no. 1 di dunia (data WHO). Indonesia adalah negara dengan insiden kanker serviks TERTINGGI di dunia!
Setiap hari kanker serviks merengut nyawa 600 wanita di dunia dan 20 wanita Indonesia (data Yayasan Kanker Indonesia) atau hampir 1 nyawa / jam.�
Setiap HARI... ada 600 wanita MENINGGAL karena kanker serviks!
Mohon renungkan sejenak... itu bisa terjadi terhadap siapa saja... istri anda, ibu, saudara, family, teman, atau siapapun orang-orang terdekat anda!
Peluang meninggal seorang penderita kanker serviks adalah 63%! Bicara kanker serviks mari kita bicara pencegahan! Maaf sudah agak terlambat jika kita bicara penyembuhan.
Golden Tissue sebagai �tisu antiseptik� alami adalah salah satu cara yang sangat efektif mencegah masuknya virus, jamur, dan bakteri ke dalam organ intim anda.
Golden Tissue merupakan produk tisu kesehatan yang wajib digunakan oleh para wanita sebagai pencegah kanker serviks, pengencang, dan pembersih yang menjadikan organ intim anda lebih kencang, lebih kesat, lebih bersih, dan segar sepanjang hari.
Dengan formula bebas alkohol, pH balance, dan ekstrak bahan alami: buah Majakani, Aloe Vera, Daun Sirih, dan Vitamin E.
Khasiat Dan Manfaat Golden Tissue
Mengandung ekstrak alami buah majakani, aloe vera, daun sirih dan vitamin E yang berfungsi:
Efektif mencegah kanker serviks (kanker mulut rahim).
Mengencangkan kembali otot-otot bagian dalam organ intim anda untuk menambah daya cengkeram pada saat berhubungan seksual.
Menghilangkan bau tidak sedap, keputihan, dan gatal-gatal yang disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri pada organ intim anda.
Merawat dan menjaga kebersihan kulit sekitar organ intim anda.
Menimbulkan rasa kesat di organ intim anda.
Menambah sensitivitas (kepekaan) pada organ intim anda.
Mencegah iritasi.
Menstabilkan pH dan mengurangi cairan berlebihan.
Mengencangkan otot perut dan rahim pasca melahirkan.
Meningkatkan kekebalan organ intim anda terhadap penyakit kewanitaan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua para wanita indonesia agar terhindar dari penyakit membahayakan ini Guys :)
Senin, 30 September 2013
Gejala Kanker Serviks
Kanker serviks adalah salah satu tumor ganas yang paling sering dijumpai pada wanita, juga satu-satunya penyakit kanker yang dapat ditemukan penyebabnya. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), virus ini dapat menyebar secara langsung dari kontak kulit, masa inkubasinya bisa lebih dari sepuluh tahun, oleh karena itu distadium awal tidak ada gejala apapun, kanker serviks dapat dicegah juga dapat dideteksi, dengan melakukan skrining kanker serviks secara rutin dapat dengan efektif menghindari menderita kanker serviks.
Gejala kanker serviks :
1. Terkait dengan erosi serviks : Pada umumnya pasien kanker serviks banyak yang berkaitan dengan erosi serviks, erosi serviks parah adalah penyebab utama terjadinya canceration.
2. Pendarahan kontak : pendarahan kontak adalah gejala kanker serviks yang paling menonjol, sekitar 70%-80% pasien kanker serviks ada timbul gejala pendarahan vagina. Kebanyakan terjadi setelah hubungan badan atau pada saat melakukan pemeriksaan ginekologi atau terlalu memaksa pada waktu buang air besar, ada darah segar bercampur dengan sekresi vagina (keputihan).
3. Pendarahan tidak teratur pada vagina : Wanita usia lanjut yang telah menopause bertahun-tahun, tiba-tiba “menstruasi” lagi tanpa sebab. Jumlah pendarahan tidak banyak, juga tidak disertai dengan gejala sakit pada perut dan pinggang, sangat mudah diabaikan. Sering adanya pendarahan tidak teratur pada vagina ini adalah gejala dini kanker serviks, banyak pasien usia lanjut datang berobat karena gejala ini, harus segera mendapatkan diagnosa dini kanker serviks, melakukan pengobatan secara tepat waktu.
4. Rasa sakit : Perut bagian bawah atau daerah lumbosakral sering terasa sakit, terkadang sakit timbul di perut bagian atas, paha atas dan persendian panggul, setiap saat masa menstruasi, waktu buang air besar atau hubungan badan, rasa sakit akan meningkat, terlebih pada saat infeksi meluas mengarah ke belakang sepanjang ligamen uterosakral atau menyebar sepanjang ligamen luas di bagian bawah, membentuk peradangan kronis jaringan ikat parametrium, pada saat ligamen utama serviks menebal, rasa sakit akan lebih berat. Setiap menyentuh serviks, secara langsung menimbulkan rasa sakit di iliaka fosa, lumbosakral, bahkan ada pasien kanker serviks yang timbul gejala mual.
5. Peningkatan sekresi vagina (keputihan) : Dalam klinis sekitar 75%-85% pasien kanker serviks mengalami peningkatan sekresi vagina dengan berbagai tingkatan. Kebanyakan muncul peningkatan keputihan, belakangan kebanyakan terkait dengan perubahan bau dan warna. Kanker serviks dikarenakan rangsangan dari lesi kanker, fungsi sekretori dari kelenjar serviks meningkat, menimbulkan keputihan seperti lendir. Keputihan abnormal semacam ini, termasuk jumlah yang meningkat dan perubahan karakteristik, adalah gejala dini kanker serviks.
Ahli kanker serviks Rumah Sakit Modern Cancer Guangzhou mengingatkan : Secara rutin melakukan skrining kanker serviks dapat membantu orang-orang menghindari kanker serviks, apabila dideteksi menderita kanker serviks harus segera datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan.
Senin, 23 September 2013
Mengenal Kanker Serviks Penyebab Dan Bahayanya
Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker servik disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. Oleh karena itu pengertian kanker serviks mutlak dipahami oleh kaum wanita di Indonesia.
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia). Sekitar 70% kejadian kanker serviks merupakan akibat dari HPV 16 dan HPV 18. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim. Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamosa. Sel skuamus ini sangat berperan dalam perkembangan kanker serviks. Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks:
Proses kanker serviks
Kanker serviks dapat terjadi jika infeksi HPV tidak sembuh dalam waktu yang lama. Apalagi dengan sistem imun atau kekebalan tubuh yang rendah, infeksi akan mengganas dan menyebabkan sel kanker. Virus ini dapat menyebar melalui sentuhan: misalnya, ada virus HPV di tangan sobat, lalu sobat menyentuh daerah genital, maka daerah serviks sobat dapat terinfeksi. Atau bisa juga dari kloset di WC umum yang sudah terkontaminasi virus (jadi sebelum duduk, sobat harus selalu membersihkan dengan alkohol). Selain itu, ada sejumlah faktor risiko atau penyebab kanker serviks:
1. Wanita berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Semakin tua maka semakin tinggi risiko.
2. Faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Namun hal ini bukan berarti jika keluarga sobat bebas kanker serviks maka sobat tidak akan terkena! sobat harus tetap berhati-hati dan melakukan tindakan pencegahan.
3. Hubungan seksual di usia yang terlalu muda, berganti-ganti partner seks, atau berhubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan. Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Sesobatinya seorang pria berhubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker servik, kemudian pria tersebut berhubungan sex dengan sobat, maka virus HPV dapat menular dan menginfeksi sobat.
4. Memiliki terlalu banyak anak (lebih dari 5 anak). Pada saat sobat melahirkan secara alami, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks, yang dapat memicu aktifnya sel kanker. Semakin sering janin melewati serviks, semakin sering trauma terjadi, semakin tinggi resiko kanker serviks.
5. Keputihan yang berlangsung terus-menerus dan tidak diobati. Ada dua macam keputihan, yaitu normal dan tidak normal. Pada keputihan yang normal, lendir berwarna bening, tidak bau dan tidak gatal. Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, artinya keputihan sobat tidak normal. Segera konsultasi dengan dokter!
6. Membasuh atau membersihkan genital dengan air yang tidak bersih, misalnya air sungai atau air di toilet umum yang tidak terawat. Air yang kotor banyak mengandung kuman dan bakteri.
7. Pemakaian pembalut wanita yang mengandung bahan dioksin (bahan pemutih yang dipakai untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas).
8. Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya konsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat. Kebiasaan merokok juga menambah risiko kanker serviks.
Ciri dan gejala kanker serviks
Pada stadium dini, gejala kanker serviks tidak terlalu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Walau demikian, ciri-ciri berikut dapat dijadikan tanda kanker serviks:
1. Terasa sakit saat berhubungan seksual
2. Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan
3. Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi
4. Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal)
5. Pada stadium lanjut: kurang nafsu makan, sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak, sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak, berat badan naik-turun, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina, pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.
Infeksi HPV memang tidak mengakibatkan gejala yang kentara. Selain memperhatikan tanda-tanda kanker serviks di atas, ada baiknya sobat melakukan deteksi kanker serviks sejak dini.
Tes mengetahui kanker serviks
Ada sejumlah metode untuk mendeteksi atau mengetahui apakah sobat terkena kanker servik, antara lain:
1. IVA - Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Merupakan deteksi dini yang dapat Anda lakukan di klinik. Caranya dengan mengoleskan larutan asam asetat 3%-5% ke leher rahim, kemudian mengamati apakah ada perubahan warna, misalnya muncul bercak putih. Jika ada, berarti kemungkinan terdapat infeksi pada serviks dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan.
IVA
2. Pap Smear atau dikenal juga dengan sebutan Papanicolaou test, Pap test, cervical smear, smear test. Pemeriksaan pap smear memiliki berbagai kelebihan: biaya murah, waktu cepat dan hasil akurat. Tes ini dapat dilakukan kapan saja kecuali saat masa haid atau menstruasi; setidaknya satu tahun sekali. Pemeriksaan dilakukan di atas meja periksa kandungan oleh dokter/bidan yang sudah terlatih dengan menggunakan spekulum untuk membantu membuka alat kelamin wanita. Setelah vagina terbuka, bagian leher rahim diusap dengan spatula secara melingkar untuk mengambil contoh sel endoserviks. Kemudian hasil usapan tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel abnormal, infeksi atau radang. Melakukan pap smear secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks.
Pap Smear tes
3. Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dari pap smear, karena pap smear hanya mengambil sebagian sel dari leher rahim, sedangkan thin prep memeriksa seluruh bagian serviks. Sampel yang diambil dari leher rahim dimasukkan ke dalam vial / botol yang berisi cairan, kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Di lab, sampel tersebut dijadikan slide dan diberi pewarna khusus agar lebih jelas. Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis, yang akan memperlihatkan infeksi atau jaringan abnormal. Tingkat akurasi metode ini hampir mencapai 100%.
Thin Prep
Pencegahan dan pengobatan kanker serviks
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, sebelum sobat terkena kanker serviks, ikuti saran berikut untuk mencegah infeksi virus HPV:
1. Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi. Jalani pola hidup sehat dengan cara makan sayuran, buah dan sereal. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C dan E serta asam folat untuk mengurangi risiko kanker leher rahim.
2. Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol. Jangan membersihkan genital dengan air kotor.
3. Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari berhubungan badan dengan banyak partner karena HPV menular melalui hubungan seksual. Hindari berhubungan sex selama masa haid/menstruasi.
4. Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker.
5. Rutin melakukan screening berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini.
Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.
Jika sobat sudah dideteksi menderita kanker serviks, jangan khawatir. Sekarang ini sudah ada sejumlah metode untuk mengobati kanker serviks. Pada stadium awal, pengobatan kanker serviks dilakukan dengan cara menyingkirkan bagian yang sudah terkena kanker. Misalnya dengan pembedahan listrik, laser atau cyrosurgery (membekukan dan membuang jaringan abnormal).
Untuk pengobatan kanker serviks stadium lanjut, dilakukan terapi kemoterapi dan radioterapi. Pada stadium akhir atau kasus yang parah maka terpaksa dilakukan histerektomi, yaitu bedah pengangkatan rahim (uterus) secara total agar sel-sel kanker yang sudah berkembang dalam kandungan tidak menyebar ke bagian lain dalam tubuh.
Semoga artikel diatas bermanfaat bagi kaum wanita indonesia agar bisa lebi hati untuk menjaga kebersihan anggota intim kita ya guys :)
Senin, 09 September 2013
5 Dampak Buruk Aborsi
Ketika wanita hamil diluar nikah biasa yang akan dilakukan adalah melakukan aborsi bayi yang sedang dikandungnnya, selain hal ini mendapatkan dosa besar tenyata aborsi juga memiliki dampak buruk dan mengerikan bagi wanita. Nah bagi kamu wanita berikut ini ada beberapa dampak buruk aborsi pada wanita, mau tahu apa saja itu simak berikut ini:
1. Kerusakan leher rahim Ketika aborsi dilakukan dengan menggunakan alat otomatis leher rahim kamu akan mengalami kerusakan tentunya ini akan sangat menyakitkan.
2. Infeksi Jika alat alat medis yang digunakan untuk menggugurkan tidak seteril maka kamu akan mengalami infeksi yang sangat berbahaya.
3. Pendarahan hebat Nah ini merupakan hal yang paling sering dialamu oleh wanita yang menggugurkan kandunganya yakni pendarahan hebat, dan jika ini tidak cepat diatasi maka wanita akan mati.
4. Kematian Kehabisan banyak darah akibat pendarahan dan infeksi bisa membuat sang ibu meninggal.
5. Risiko kanker Karena leher rahim yang robek dan rusak bisa meningkatkan risiko kanker serviks. Ada pula risiko kanker lainnya seperti kanker payudara, indung telur dan hati. Nah itulah beberapa akibat buruk yang akan wanita terima ketika milih untuk melakukan aborsi.
Semoga kita semua tidak melakukan kesalahan yang satu ini ya guys ngeri banget efek sampinnya:)
Jumat, 30 Agustus 2013
Deteksi Sejak Dini Kankker Serviks
Sebagai salah satu jenis kanker yang mematikan bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim harus diperhatikan. Meskipun mematikan dan tidak menular, kanker serviks tetap bisa dicegah.
Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Dimulai dari leher rahim menuju vagina, secara bertahap berikutnya akan menyebar jika tidak diberikan pengobatan.
Penyakit ini biasa diderita perempuan berusia 30-50 tahun. Disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Di Indonesia, 1 orang perempuan meninggal karena kanker serviks.
"Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan papsmear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Banyak yang takut, namun deteksi ini penting untuk mengurangi risiko berat dari perkembangan kanker itu sendiri," ujar dr Laila Nuranna, SpOG (K), spesialis obstetri ginekologi RSCM dan Koordinator Female Cancer Program (FCP) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hal itu disampaikan dia dalam acara Peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) 2013 yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa, Jl H. Dogol, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Metode IVA adalah pemeriksaan dini kanker serviks oleh dokter/bidan/perawat terlatih dengan cara mengoleskan asam asetat yang diencerkan (3%-5%) ke leher rahim untuk melihat kondisinya. Metode ini termasuk aman dan mudah.
Kajian skrining IVA ini telah dilakukan oleh Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FCP-FKUI) pada tahun 2004-2005, sementara program aplikasi IVA (pelatihan tenaga puskesmas dan kader) dilakukan oleh FCP FKUI sejak akhir tahun 2007.
Selasa, 20 Agustus 2013
Makanan Pencegah Kanker Serviks
1. Makanan yang mengandung vitamin A, C, E dan kalsium.
Makanan jenis ini mengandung antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, dan secara tidak langsung juga jenis makanan ini dapat sebagai makanan pencegah penyakit kanker serviks. Penelitian tang di terbitkan International Journal Of Gynaecologic Cancer, menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi multivitamin memiliki resiko kanker serviks yang lebih rendah bila di bandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsinya. Selain vitamin tersebut, kalsium dan asam folat juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi. Makanan yng di anjurkan untuk pencegah kanker serviks tersebut diantaranya ; jeruk, wortel, telur, hati, tuna dan produk susu lainnya.
2. Makanan yang mengandung vitamin B dan folat.
Jenis makanan ini juga di sebut makanan yang dapat mencegah bertumbuhnya penyakit kanker serviks. Dikarenakan Folat juga dapat menurunkan kadar hemosistein, yaitu zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim. Contoh makanannya antara lain : brokoli, kembang kol, kubis,dll.
3. Buah Alpukat
Buah ini di kenal sebagai antioksidan dan kemampuannya untuk mencegah radikal bebas. Maka dari itu buah Alpukat ini dikenal sebagai buah pencegah kanker serviks.
4. Wortel
Beta karoten yang terkandung dalam buah wortel sangat baik untuk mencegah pertumbuhan kanker serviks.
5. Makanan yang mengandung Flavonoid
Makanan yang mengandung polifenol dan flavonoid diantaranya teh hijau, minyak zaitun, anggur merah, coklat, kenari, tomat, paprika hijau. Jenis makanan tersebut dapat mencegah dan menghambat kanker rahim dan jenis penyakit kanker lainnya.
Demikian makanan diatas merupakan jenis makanan yang sangat baik untuk di konsumsi bagi para kaum wanita baik yang sudah menderita penyakit kanker maupun sebagai pencegahan terhadap penyakit kanker, khususnya penyakit kanker serviks. Semoga dengan informasi ini dapat membantu anda dalam mencegah penyakit kanker serviks.
Langganan:
Postingan (Atom)
