Jumat, 30 Agustus 2013

Deteksi Sejak Dini Kankker Serviks


Sebagai salah satu jenis kanker yang mematikan bagi perempuan, kanker serviks atau kanker leher rahim harus diperhatikan. Meskipun mematikan dan tidak menular, kanker serviks tetap bisa dicegah.

Kanker serviks merupakan keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Dimulai dari leher rahim menuju vagina, secara bertahap berikutnya akan menyebar jika tidak diberikan pengobatan.

Penyakit ini biasa diderita perempuan berusia 30-50 tahun. Disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Di Indonesia, 1 orang perempuan meninggal karena kanker serviks.

"Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan papsmear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Banyak yang takut, namun deteksi ini penting untuk mengurangi risiko berat dari perkembangan kanker itu sendiri," ujar dr Laila Nuranna, SpOG (K), spesialis obstetri ginekologi RSCM dan Koordinator Female Cancer Program (FCP) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Hal itu disampaikan dia dalam acara Peluncuran Bulan Cegah Kanker Serviks (Bucekas) 2013 yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Pondok Kelapa, Jl H. Dogol, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Metode IVA adalah pemeriksaan dini kanker serviks oleh dokter/bidan/perawat terlatih dengan cara mengoleskan asam asetat yang diencerkan (3%-5%) ke leher rahim untuk melihat kondisinya. Metode ini termasuk aman dan mudah.

Kajian skrining IVA ini telah dilakukan oleh Female Cancer Program Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FCP-FKUI) pada tahun 2004-2005, sementara program aplikasi IVA (pelatihan tenaga puskesmas dan kader) dilakukan oleh FCP FKUI sejak akhir tahun 2007.

Selasa, 20 Agustus 2013

Makanan Pencegah Kanker Serviks


1. Makanan yang mengandung vitamin A, C, E dan kalsium.
Makanan jenis ini mengandung antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, dan secara tidak langsung juga jenis makanan ini dapat sebagai makanan pencegah penyakit kanker serviks. Penelitian tang di terbitkan International Journal Of Gynaecologic Cancer, menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi multivitamin memiliki resiko kanker serviks yang lebih rendah bila di bandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsinya. Selain vitamin tersebut, kalsium dan asam folat juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi. Makanan yng di anjurkan untuk pencegah kanker serviks tersebut diantaranya ; jeruk, wortel, telur, hati, tuna dan produk susu lainnya.

2.   Makanan yang mengandung vitamin B dan folat.
Jenis makanan ini juga di sebut makanan yang dapat mencegah bertumbuhnya penyakit kanker serviks. Dikarenakan Folat juga dapat menurunkan kadar hemosistein, yaitu zat yang dapat menyebabkan  pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim. Contoh makanannya antara lain : brokoli, kembang kol, kubis,dll.

3. Buah Alpukat
Buah ini di kenal sebagai antioksidan dan kemampuannya untuk mencegah radikal bebas. Maka dari itu buah Alpukat ini dikenal sebagai buah pencegah kanker serviks.

4. Wortel
Beta karoten yang terkandung dalam buah wortel sangat baik untuk mencegah pertumbuhan kanker serviks.

5. Makanan yang mengandung Flavonoid
Makanan yang mengandung polifenol dan flavonoid diantaranya teh hijau, minyak zaitun, anggur merah, coklat, kenari, tomat, paprika hijau. Jenis makanan tersebut dapat mencegah dan menghambat kanker rahim dan jenis penyakit kanker lainnya.

Demikian makanan diatas merupakan jenis makanan yang sangat baik untuk di konsumsi bagi para kaum wanita baik yang sudah menderita penyakit kanker maupun sebagai pencegahan terhadap penyakit kanker, khususnya penyakit kanker serviks. Semoga dengan informasi ini dapat membantu anda dalam mencegah penyakit kanker serviks.

Jumat, 02 Agustus 2013

Penyebab Hingga Pencegahan Kanker Serviks


Gejala kanker serviks, penyebab, faktor resiko dan cara pencegahan. Apa itu kanker serviks alias Cervical Cancer? Kanker serviks adalah satu dari banyak kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita. Human papillomavirus (HPV) memainkan peran akan timbulnya banyak kasus kanker serviks. Wanita pengidap kanker mulut rahim ini akan mempunyai beberapa gangguan, diantaranya rasa nyeri dan pendarahan saat berhubungan intim.

Kanker Serviks
Ketika terkena HPV, sistem imun tubuh biasanya mencegah virus tersebut berkembang di dalam tubuh. Pada kasus kanker serviks, virus HPV bertahan hidup di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah beberapa sel pada permukaan leher rahim menjadi sel kanker. Kanker serviks biasanya terjadi pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun.

Gejala Kanker Serviks
Anda mungkin sama sekali tidak mengalami gejala kanker serviks – pada tahap awal kanker serviks biasanya tidak menunjukkan tanda dan gejala. Inilah mengapa pemeriksaan menjadi penting.

Tanda dan gejala kanker serviks pada tahap lanjut antara lain:
Pendarahan pada vagina ketika berhubungan, saat tidak dalam periode datang bulan atau setelah menopause.
Basah atau keluar darah pada vagina yang kental dan berbau.
Sakit pada pinggul atau nyeri ketika berhubungan.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab Kanker Serviks

Secara umum kanker terjadi karena mutasi sel normal menjadi sel yang tidak normal. Sel yang normal akan tumbuh dan melipatgandakan secara teratur. Akan tetapi sel kanker tumbuh dan melipatgandakan diri secara tidak terkontrol dan sel tersebut tidak mati. Akumulasi dari sel tersebut akan menjadi besar dan disebut dengan tumor. Sel kanker menyerang jaringan tubuh terdekat dan dapat memecah dari sumbernya untuk menyebar ke manapun di bagian tubuh.

Ada dua tipe umum kanker serviks
Squamous cell carcinomas terdapat pada bagian bawah serviks. Tipe ini menjadi penyebab sekitar 80 sampai 90 persen kanker serviks.
Adenocarcinomas terjadi pada bagian atas serviks. Tipe ini menjadi penyebab 10 sampai 20 persen kanker serviks.
Apa yang menjadi penyebab sel squamos atau sel glandular menjadi tidak normal dan berkembang menjadi kanker tidak jelas. Tetapi virus HPV memainkan peran dalam hal ini. Bukti menunjukkan bahwa virus HPV ditemukan pada semua kasus kanker serviks. Tetapi di sisi lain banyak pula wanita yang memiliki virus HPV tidak pernah mengalami kanker serviks. Ini berarti ada kemungkinan faktor lain juga memainkan peran, seperti genetik, lingkungan atau gaya hidup.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks antara lain:
Berhubungan seksual dengan banyak pasangan
Melakukan hubungan seksual saat usia dini
Penyakit seksual menular lain
Sistem imun tubuh yang lemah
Merokok

Pencegahan Kanker Serviks
Anda dapat mengurangi risiko kanker serviks dengan mengambil tindakan pencegahan infeksi virus HPV. Gunakanlah kondom ketika berhubungan seksual karena hal tersebut dapat mengurangi risiko terinfeksi virus HPV.
Sebagai tambahan adalah dengan :
Menunda hubungan seksual sampai usia matan
Setia pada pasangan
Hindari merokok
Gunakan vaksinasi pencegah HPV
Ikuti prosedur pemeriksaan serviks (pap smear test)

Kanker serviks bisa menyerang wanita mana saja, terutama mereka yang kurang menjaga kesehatan reproduksinya. Jadi jagalah selalu kesehatan anda dengan pola hidup sehat. Semoga bermanfaat.
Selalu jaga kesehatan anda periksa k dokter jika anda menemukan gejala-gejala seperti ynag di terangkan diatas... semoga kita semua selalu diberi kesehatan guys:)